hai semua udah lama banget nih ga ngeposting lagi hehe, Alhamdulillah ada waktu luang nih buat nulis banyak cerita yang aku alami mulai dari sedih senang bahkan yang ngaur juga ada loh,
suartu saat aku baca buku judulnya sama persis dengan judul postingan ini yaitu Tuhan, maaf, kami sedang sibuk.. buku ini ditulis oleh seniorku di Teknik Mesin nama beliau adalah Ahmad Rifa'i Rif'an, saat aku membaca buku ini jujur aku tertegun sejenak, karena saat pertama kali aku masuk kampus perjuangan hidupku yang dulu lumayan dekat dengan dakwah Islam, makin hari, makin menjauh, shalatku mulai kendur baca al-qur'anku mulai jarang menurutku itu adalah sebuah kemunduran yang sangat mundur, tapi aku yakin bahwa Allah mempertemukanku dengan buku ini karena Allah ingin menegurku bahwa apa yang selama ini aku lakukan telah jauh dari jalanNYA. Allah maafkanlah aku.
dalam bagian pertama buku ini beliau menjelaskan bahwa kita harus menata hati ini agar kita bisa lebih dekat dengan sang maha pencipta. karena ketika hati ini telah tertata dan berda pada jalannya maka apa yang Allah berikan kepada kita akan terus kita syukuri, tapi tak bisa aku pungkuri yang aku lakukan selama ini hanyalah meminta tanpa bersyukur, tiap hari Allah memberikan kehidupan pada tubuh ini untuk memperbaiki diri, tapi apa dayanya tubuh ini yang selalu kalah dengan hawa nafsu, yang akhirnya hati ini mulai retak, bahkan saat aku meninggalkan jalan dakwah ini maka hati ini telah terpecah belah dan saat aku mulai melupakan segala hal tentangMU hati ini telah hilang dari muka bumi.
Ya Allah betapa lemahnya hambamu ini saat engkau memberikan cobaan padahal engkau telah memberikan banyak tanda kepada hambamu ini untuk kembali kepada jalanmu.
Ya Allah betapa besarnya kecintaan hambamu ini kepada duniawi dari pada kepadaMU.
Ya Allah betapa besarnya kepeduliaan hambamu ini kepada duniawi dari pada kepada AgamaMU.
Ya Allah betapa besarnya kemarahan hambamu ini kepadaMU dari pada duniawi.
Ya Allah ampunilah hambamu ini akan segala hal yang telah hambu lakukan sesungguhnya bukan itulah yang hamba inginkan. karena hanya bersamamulah ketenangan hati ini selalu didapatkan.
Kamis, 01 Mei 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar